Kalau di dunia anime romance, bulan Februari adalah bulan yang penting untuk event besar yang disebut dengan...hari Valentine! memberikan Giri-choco ataupun Honmei-choco adalah momen build up hubungan yang belum jadian ataupun yang sudah jadian.

Bulan Februari adalah bulan yang penuh dengan momen cinta, karena itu memasuki bulan Februari ini kita akan membahas sedikit soal anime romance maupun romcom yang masuk rekomendasi top sang penulis.


1. Cross Game

'Dari Baseball tumbuhlah cinta'


Dalam anime atau manga, genre romance + sport adalah genre yang besar peminatnya. Itu bisa berarti cerita lebih fokus di sport dan romance adalah bumbunya, atau sebaliknya. Tapi apa yang bisa menyeimbangkan keduanya dan dieksekusi dengan baik? Jawabannya adalah Cross Game.

Cross Game bermula dari dua teman masa kecil yang sangat dekat satu sama lain (sampai-sampai dibilang pasangan yang sudah ditakdirkan), Kitamura Kou dan Tsukishima Wakaba. Wakaba punya adik bernama Aoba yang selalu berantem dengan Kou, dan selalu ditengahi Wakaba. Suatu hari Wakaba meninggal karena kecelakaan, kemudian hubungan Kou dan Aoba tidak akan pernah sama lagi.

Kitamura Kou dan Tsukishima Aoba bisa jadi pasangan paling tsundere di dunia anime tapi bukan dalam artian buruk. Mereka tidak jujur pada diri sendiri, dan masih memegang luka hati yang dalam. Baseball adalah medium yang mereka gunakan untuk menghadapi tragedi dari diri mereka, dan berfungsi sebagai plot device untuk memajukan karakter.

Mungkin untuk generasi sekarang romance begini dianggap outdated karena momen-momen unyu atau fanservice nggak sebanyak anime sekarang, tapi hubungan karakter di Cross Game penuh 'subtlety', yang banyak tersirat dan tidak terus terang. Karakter Aoba mungkin bisa dianggap terlalu cewek jutek dan Kou terlalu cuek, tapi seri ini lebih dari sekedar itu. Ditambah lagi, supporting cast dari tim baseball dan anggota keluarga juga memberikan dinamika yang terasa natural dan realistis.

Jumlah episode Cross Game ada 50, tontonan yang panjang tapi setiap episode bikin ketagihan nontonnya. Sebagai penutup, jangan merasa artstyle Adachi Mitsuru yang klasik ini poin minus. Karakter nggak flashy dan ganteng banget tapi gaya gambar ini sangat cocok dengan tipe cerita ini.

Cross Game adalah puncak dari amalgamasi karya genre Sport dan Romance, dan wajib ditonton untuk penggemar romance anime.


2. Horimiya

'Musim semi telah tiba'


Horimiya adalah salah satu romance panutan untuk cerita yang punya perkembangan lambat tapi ada kemajuan, dan romance yang fokusnya ke hubungan pasca jadian.

Hori Kyoko adalah gadis SMA yang populer disekolah, tapi  nggak pernah benar-benar bisa berbaur disekolah karen aharus memegang urusan rumah tangga. Miyamura Izumi, seorang anak pendiam yang bertato dan berpenampilan seperti preman. Kedua orang ini terlihat nggak punya kecocokan, tapi karena suatu kejadian mereka mulai berkomunikasi dan benih-benih cinta mulai tertanam. 

Seperti yang disebutkan diatas, Horimiya adalah salah satu romance langka yang membahas hubungan tokoh utama pasca jadian. Romance Jepang banyak fokus di proses jadian daripada menjalani hubungannya itu sendiri (di dunia manga lebih banyak, tapi yang dapat adaptasi itu sedikit). Hubungan Hori dan Miyamura mulai dari teman yang mengetahui rahasia masing-masing, sampai akhirnya jadian. Setelah jadian cerita fokus ke hubungan mereka yang makin dalam dan personal. Rasa cemburu, konflik dan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari juga banyak dibahas. Termasuk side pairing dan persahabatan antar cast utama. Kadar slice of life, drama, romantic comedy semuanya imbang. Tapi yang paling utama adalah, perjalanan Miyamura sendiri dari seorang penyendiri menjadi orang yang lebih cerah dan lebih bisa bersosialiasi.

Dalam adaptasi animenya, Horimiya terbagi 2 : Horimiya dan Horimiya: Pieces. Horimiya fokus di plot dan perkembangan romance karakter utama, sedangkan pieces fokus di cerita sampingan. Meskipun adaptasi animenya tergolong dikebut, anime Horimiya berhasil mengambil poin-poin penting dalam ceritanya dalam 2 season pendek. Sebenarnya bagian-bagian interaksi kecil Horimiya juga suatu kelebihan, tapi sayangnya kita tidak bisa dapat full adaptasi untuk 17 volume.

Dengan segala kekurangannya, Horimiya tetap romance yang colorful dan punya cast yang rame untuk dinamikan romcom yang seru dan menghibur.


3. Tsuki ga Kirei

'Bulannya indah ya'


Kalau ada anime original romance yang bisa ngemas romance satu season dengan kadar yang pas, nggak ada yang lebih baik daripada Tsuki ga Kirei.

Tsuki ga Kirei menceritakan tentang romance antara dua anak SMP. Azumi Kotaro dan Mizuno Akane masuk di kelas yang sama di tahun terakhir SMP mereka. Dari beberapa pertemuan, berangsur-angsur rasa cinta diantara mereka tumbuh dan mereka menjalim hubungan. Cinta muda itu unsur yang ada hampir di setiap genre anime dan manga. Itu jelas karena setting anime dan manga banyak di sekolah, terutama SMP dan SMA. Tsuki ga Kirei mengemas romance masa muda ini dengan sangat baik, mulai dari periode mereka saling kenal, jadian, rasa malu-malu saat jadian, momen romantis setelah jadian, konflik dalam hubungan dan epilog yang menutup cerita dengan baik. Nggak banyak romance yang bisa mengemas itu semua dalam 12 episode. Perkembangan karakter yang padat, ditambah dengan supporting character yang memberikan nuansa di cerita, semuanya membuat balance Tsuki ga Kirei sebagai romance terbaik ini nggak diragukan lagi.

Kalau mau cari romance anime yang nggak main tarik ulur lama, bukan harem, dan jadian ditengah cerita, Tsuki ga Kirei adalah pilihan yang wajib ditonton!

4. Honey and Clover

'Dimanakah semanggi berdaun empat..'


Penulis agak subjektif disini, tapi Honey and Clover adalah anime yang mengubah pandangan cerita romance sang penulis.

Honey and Clover adalah anime romance lama sekitar tahun 2005-2006, buatan JC Staff dan adaptasi manga Umino Chica. Menceritakan soal keseharian mahasiswa universitas seni grup 5 orang Takemoto Yuta, Mayama Takumi, Morita Shinobu, Hanamoto Hagumi dan Yamada Ayumi. 

Lebih dari sekedar romance, Honey and Clover juga membahas kisah masa muda, pencarian jati diri, dan gejolak drama kehidupan. Setiap karakter memiliki cerita masing-masing. Takemoto tidak bisa menemukan apa yang dia ingin lakukan. Hagumi kurang pandai bersosialisasi karena hidupnya yang selalu terkekang, dan menemukan sahabat di kehidupan kampus. Morita yang eksentrik dan misterius. Yamada menyukai Mayama tapi cintanya tak berbalas. Dan Mayama yang mengejar seseorang yang ditinggal mati suaminya. 

Persentase drama dan slice of life Honey and Clover lebih banyak dibanding unsur romancenya, tapi penulis tetap memasukkan HnC sebagai romance anime karena anime ini punya perspektif lain selain sekedar romance. Memasuki kehidupan kuliah kita menemukan ujian baru dalam hidup, dan HnC mengeksplor masalah hidup baru dengan sangat realistis dan relatable. Bagaimana mereka menyeimbangkan masalah personal, kehidupan kampus, masalah cinta, semua dibahas dengan keseimbangan yang pas dan lebih dewasa dibanding romance SMA Jepang yang biasanya.

Sebagai tambahan, cerita ini nggak bisa dibilang 'Happy Ending', lebih ke "Bittersweet", tapi itu bukan hal negatif. Menurut penulis, HnC ini lebih menekankan kalau kita nggak selalu dapat apa yang kita inginkan dalam hidup. Dan yang kita inginkan belum tentu terbaik untuk kita. Hidup terus berlanjut dengan cobaan masing-masing, dan kalau kita bisa menerima itu semua, kita bisa mencapai kebahagiaan.

Kualitas Honey and Clover masih bertahan meskipun sudah 20 tahun. Ayo segera tonton!

5. Blue Box

'Iklan by TMS'


Untuk yang kelima penulis pilih untuk masukin yang lagi ongoing sekarang, dan karena Boku no Kokoro no Yabai Yatsu sudah pernah dibahas, judul berikutnya adalah....Bluebox!

Bluebox sudah lama dinanti-nantikan untuk adaptasi anime. Berasal dari Shonen Jump, Bluebox adalah romance anime shonen yang popularitasnya cukup tinggi, dan berbeda dari tipikal romance harem shonen umumnya, Bluebox hanya berfitur love triangle, dan punya endgame romance yang aktual.

Inomata Taiki, anggota klub Badminton yang biasa latihan dipagi hari, selalu melihat senpainya Chinatsu, anggota klub basket latihan di gym. Cerita ini bermula dari Taiki yang ingin lebih dekat dengan senpainya tapi belum berani mengambil tindakan. Kesempatan datang saat Chinatsu tinggal serumah dengannya (karena plot) dan hubungan mereka dimulai dari situ.

Blue box mengambil rute romance yang tergolong masih cliche, tapi eksekusi dinamika karakter Taiki-Chinatsu berkembang pelan tapi pasti. Taiki berusaha untuk mendapat perhatian Chinatsu dan bersamaan dengan itu plot kompetisi sport masing-masing karakter juga berjalan. Tidak bisa dibandingkan dengan Cross Game diatas, tapi eksekusi Blue Box cukup refreshing bila dibandingkan shonen romance sekarang yang rata-rata jadi harem.

Karakter sampingan cerita ini juga memberikan bumbu yang lebih untuk love rival, supporting best friend, dan mentor character. Blue Box bisa membuat penonton jatuh hati kepada usaha karakternya untuk menjadi lebih jago di olahraga masing-masing, dan lebih dekat dengan orang yang disukai. 

Secara animasi memang Blue Box tidak dapat perlakuan kelas atas, tapi cukup bagus untuk bisa menuangkan isi manga. Selain itu pengisi suara karakter utamanya, Chiba Shouya dan Ueda Reina menggambarkan Taiki dan Chinatsu dengan energi yang sesuai dengan manga.

Blue Box tayang sampai Maret 2025 dengan kemungkinan yang besar dalam mendapatkan season baru. Ayo buruan maraton sebelum tamat!

Dan itulah 5 anime romance rekomendasi penulis!

Banyak anime romance yang tergolong 'jadul' tapi menurut penulis anime-anime baru sudah lebih gampang dicari, dan sebagai fans kita juga perlu menghargai karya-karya lama yang membuka jalan untuk sampai ke industri anime yang sekarang.

5 Anime ini bisa ditonton secara legal di platform berikut ini di Indonesia : 

Netflix : Horimiya, Blue Box
Bilibili : Honey and Clover, Cross Game, Tsuki ga Kirei

Sekian romance anime rekomendasi edisi Valentine! Siap-siap dibawa ke roller coaster gejolak masa muda penuh cinta! See you!