Ada yang bangkit tapi bukan Shield Hero...


Cerita historikal bukan genre yang populer di anime masa kini, tapi Nige Jouzu no Wakagimi bisa mengubahnya!

"Di masa dimana kematian dengan kehormatan adalah hal yang normal, pemuda ini berlari terus menerus, dan memutuskan untuk mengincar kepala kaisar. Inilah awal mula dari kisah samurai licin yang penuh gejolak" - Nige Jouzu no Wakagimi episode 1

Bagi yang familiar dengan Matsui Yuusei sensei, pasti tahu kalau dia suka buat Shonen Manga yang nggak konvensional. Neuro yang misteri supernatural dan Ansatsu Kyoushitsu yang penuh drama, komedi dan action. Kali ini beliau beralih ke genre historikal.

Cerita bermula di keshogunan Kamakura (sekitar abad 12-14) dengan protagonis kita, Hojo Tokiyuki yang sangat suka dan jago kabur. Sebagai keturunan klan Hojo yang menguasai keshogunan, Tokiyuki hidup dengan makmur, tapi semua berubah saat Ashikaga Takauji mengkhianati klan Hojo...

Disclaimer : anime ini cukup sadis


Bila dibandingkan dengan umur protagonis serial shonen lainnya, umur Tokiyuki tergolong muda dengan usia 8-9 tahun dengan keahlian jago kabur. Lalu apa yang membuat serial ini menarik?

Dalam sejarah Jepang kuno, nilai-nilai seperti 'lebih baik mati daripada hidup tanpa kehormatan' adalah suatu konsep yang sangat dipegang. Di satu sisi, pembunuh massal akan dielu-elukan sebagai pahlawan, mengesampingkan alasannya. Nigejouzu membalikkan konsep ini dimana Tokiyuki akan menjadi 'pahlawan' hanya dengan bertahan hidup. Di zaman Kamakura, konsep itu masih diluar nalar. Selama dia masih hidup, dia akan bisa melakukan sesuatu, dan bisa merubah sejarah.

Untuk bisa melakukan itu semua, Tokiyuki dibantu Suwa Yorishige, yaitu seorang pendeta dari kuil Suwa di Shinano, yang punya kemampuan melihat masa depan (baca: ending cerita). Yorishige melihat kesempatan dimana Tokiyuki bisa menjadi pahlawan yang mengguncangkan satu negara (tapi nggak dijelaskan spesifiknya, supaya penonton nggak kespoiler).

Matahari? Bukan, itu Yorishige!


Keberadaan Yorishige disini sebagai mentor Tokiyuki sekaligus plot device. Agar bisa menjelaskan tema-tema yang asing di penonton, Yorishige banyak memakai istilah 'zaman now' sebagai unsur humor di Nigejouzu.

Lalu bagaimana dengan keunggulan lainnya? Secara animasi, Nigejouzu sangat....lebih dari sekedar memuaskan. Studio Cloverworks mengerjakan seri ini dengan penuh perhatian, dimana detail dan coloring sangat mendorong kualitas anime ini, ditambah gerakan animasi action yang dinamis. Studio Cloverworks adalah pecahan dari studio A-1 yang sudah bisa menghasilkan karya-karya yang menarik, seperti salah satunya Bocchi the Rock.

Woi santai, baru episode kedua ini!!

Bagi yang biasanya nggak tertarik dengan serial anime sejarah, gw tetap akan rekomendasikan ini pada penonton umum, karena visualnya sanagt memanjakan mata, cerita yang nggak tipikal tapi masih cukup ringan untuk dinikmati, dan karakter-karakternya yang unik. Sangat menarik untuk melihat perjalanan Tokiyuki untuk mengalahkan lawannya dengan kabur-kaburan.   

Kalau masih kurang yakin, silakan lihat cuplikan dibawah ini :

Kamu 9 tahun? Bohong!!


Berikan tenaga kalian padaku, Son Go...Yorishige!


Protagonis kita nggak chill


"Ayo dong masa nggak niat nonton?"


Permainan visual Cloverwork juara di tahun ini


Cool action? check! Visual top tier? check! absurd humor dan karakter quirky? check!

Anime ini bisa ditonton secara legal di platform berikut ini di Indonesia dengan judul lain "The Elusive Samurai": 

Netflix, Catchplay, Transvision, Maxstream, Iqiyi

Percaya deh, Nigejouzu no Wakagimi, kuda hitam summer anime 2024!

Extra stuff:

Silakan lihat proses pembuatan salah satu adegan Nigejouzu dibawah ini biar makin greget: 

https://x.com/kimitamasa/status/1823631457182716037